Bumi Itu Bulat, Bumi Itu Datar

earth view landscape.

Bumi itu datar!! Berabad-abad silam, inilah yang kita percayai. Sampai kemudian Columbus mematahkan anggapan ini, dan berhasil membuktikan bahwa bumi sebenarnya tidak datar, tapi bulat bundar. Jika kita berjalan dari satu titik menuju ke arah timur, misalnya, pada saatnya, perjalanan kita akan berakhir di titik koordinat yang persis sama. 


Para pakar marketing dan social media nampaknya punya dua pendapat berbeda soal ini. Dari perspektif ilmu pemasaran, sebagian berkeyakinan bahwa era digital dan new media memungkinkan kita percaya bahwa bumi memang datar. The world is flat. 


Sebagian yang lain menyangkal, dan mengatakan bahwa terlalu naif menganggap bumi sedatar itu. Pesatnya perkembangan teknologi informasi, nyatanya, belum menyentuh semua kalangan. Itu sebabnya, mereka bilang ‘the world is curved’.


Ada yang menarik dan baru saya ketahui kemarin siang. Pada satu kesempatan diskusi informal mengenai social media dan penggunaannya di Indonesia, seorang pejabat kementrian luar negeri Amerika Serikat, menyebut-nyebut sesuatu tentang Khan Academy. 


Di Indonesia, Pandji dan kawan-kawan berkibar dengan Indonesia Unite. Kita juga punya Akademi Berbagi, sebuah lembaga belajar informal yang difasilitasi oleh detikcom. Satu cara baru belajar sesuatu tanpa harus bersekolah formal, dan semuanya serba gratis. Komunitas penggiat online juga mengenal Obsat (Obrolan Langsat). Kita juga mengenal komunitas Blogger Peduli, yang bersama-sama dengan banyak kelompok lain, saling mendukung ketika terjadi bencana alam seperti ledakan gunung berapi, gempa, banjir bandang, atau tsunami, di berbagai pelosok negeri.


Fakta bahwa masyarakat Indonesia memanfaatkan teknologi dan new media dengan berbagai variannya (sebut saja: blog, twitter, koprol, facebook) untuk hal-hal positif seperti ini, membuat dunia takjub. Sungguh membesarkan hati mendengar reaksi dan komentar para peserta diskusi, ketika kami bergantian menjelaskan tentang social media di Indonesia, dan apa saja yang kami lakukan dengan media baru tersebut. 


Kembali ke Khan Academy yang –gantian—membuat saya terkagum-kagum. Dari pencarian singkat di mesin pencari Google, saya semakin sadar, ada begitu banyak hal positif yang bisa kita lakukan demi kebaikan banyak orang. 


Internet membuat segalanya menjadi murah, bahkan bisa saja gratis. Melalui ribuan video yang diunggah di Youtube, siapa pun bisa belajar tentang matematika, science, sejarah, atau ekonomi. Salman Khan yang menyandang beberapa gelar sarjana dari MIT, bermurah hati membagi ilmunya. Gratis, untuk siapa saja, di belahan bumi mana pun kita tinggal. Luar biasa.


Jadi apakah bumi itu bundar atau datar, rasanya tak penting lagi untuk diperdebatkan, ayo berikan komentarmu dibawah ini.

terimakasih



Monday, August 01, 2011
Posted by:Maula Nurul Khakam ON: Monday, August 01, 2011

About Maula Nurul Khakam

Maula Nurul Khakam1989 | I'm an Electrical Engineering in ITS Surabaya Indonesia | maniac in power electronic and automation | i've dream to combine green energy resources with education and food >> Trust Me, I'm an EngineerRead More »